Guruku malaikatku-karya santri

Guru adalah malaikat selama ujian berlangsung, karena malaikat tidak mempunyai hawa napsu yang tidak bisa di luluhkan oleh apapun, jangan beri senyum sedikitpun pada murid yang sedang ujian. begitu kata Pimpinan ponpes al-ikhlas Raudhatul uluum K.H Abdul Hamid dalam amanatnya di upacara pembukaan ujian kemarin, bahkan penanggung jawab program pondok sekaligus kepala sekolah SMK IT raudhatul uluum al-ustadz Dade Assya’durofik mengatakan bahwa seluruh santri kelas 6 ulya wajib menyetorkan 3 juz al-quran jika ingin mendapatkan ijazah pondok itu wajib tidak bisa di ganti walau dengan uang 3 juta sekalipun
pada dasarnya para guru memang malaikat setiap harinya. Bagaimana tidak, beliau selalu memberi ilmu kepada semua muridnya tanpa mengharap balasan apapun, layaknya para malaikat yang selalu beribadah kepada allah tanpa mengharap balasan apapun.
Guru memang layaknya malaikat, bukankah malaikat menjadi teladan setelah para nabi, rasul dan para wali dalam keshalehan dan ketaatan nya dalam beribadah kepada allah. Malaikat di teladani begitupun para guru, bahkan ada pepatah yang mengatakan “guru kencing sambil berdiri, maka murid kencing sambil berlari” artinya jika guru melakukan suatu kesalahan maka tak heran jika muridnya juga melakukan kesalahan yang sama, mungkin itu balasan dari allah untuk umat manusia bukankah allah berfirman dalam Q.S al-zalzalah ayat 08 yang artinya “maka siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” Maha benar allah atas segala firmannya.
Saya tidak akan marah jika kalian malas belajar bahkan tidur sekalipun dalam jam pelajaran karena saya juga begitu dulu, mungkin ini balasan dari allah untuk saya, itulah kata salah satu guru kami.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja