Guyonan santri ala Gusdur: Lucu, berbobot, dan penuh arti

Humor Gus Dur bukan sembarang humor. Kandungan humornya bisa membuat pendengar tertawa sambil mengernyitkan dahi untuk introspeksi diri.

22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Santri adalah sosok orang terdidik yang religius. Penampilannya santun nan sederhana. Bagi santriwan, sarung dan peci adalah ciri khas tak terpisahkan. Bagi santriwati, baju muslimah dan kerudung selalu melekat.

Santri menjalani kehidupan dengan sangat serius menggali ilmu agama dari matahari terbit sampai terbenam. Di pesantren mereka digembleng menjadi manusia yang mandiri, tak tergantung dengan orang lain. Berharap suatu saat nanti menjadi insan yang membimbing umat menuju peradaban yang terang benderang.

Terbukti di Indonesia lahir santri yang mendapat amanah sebagai presiden ke-3 RI. Dialah Gus Dur yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid. Dia sosok santri yang unik, santri yang ilmunya mendalam dan seluas samudra kehidupan.

Meskipun butuh serius meraihnya, namun bagi Gus Dur hidup itu perlu guyonan untuk menghadapi berbagai rintangan. “Dengan lelucon kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor pikiran kita jadi sehat,” begitulah cuitan Gus Dur tentang humor.

Tapi humor Gus Dur ini bukan sembarang humor. Kandungan humornya bisa membuat pendengar ketawa sambil mengernyitkan dahi untuk introspeksi diri terhadap perbuatan mereka selama ini. Penasarankah dengan humor Gus Dur? Berikut ini humor Gus Dur yang lucu, berbobot, dan berarti.

1. Guyonan Gus Dur yang berbeda dan unik dari santri-santri lainnya.

gusdur istimewa

Ketika Gus Dur bersama santri lainnya bergerombol, guyonan tak lupa dihidangkan untuk meregangkan pikiran yang penat. Ketika bahan guyonan para santri tentang kehidupan lokal, beda halnya Gus Dur yang konten guyonannya sudah internasional. Beginilah guyonan Internasional khas Gus Dur.

Diceritakan ada tiga pemimpin dunia bersama-sama menaiki mobil untuk berangkat menginspeksi pertanian kolektif (sawah besar yang di garap oleh banyak orang). Ketiga orang itu adalah Rooselvelt (Presiden Amerika), Churcill (Perdana Mentri Inggris), dan Stalin (Presiden Rusia). Tapi ketika perjalanan mobil mereka melewati jembatan, tiba-tiba terhalang karena dihadang oleh seekor sapi.

Churcill turun dari mobil untuk mengusir sapi itu. Dan apa yang terjadi? Churcill mundur dan kembali ke mobil karena si sapi agaknya tersinggung dan mulai mencuat-cuatkan tanduknya. Di dalam mobil dengan entengnya Rooselvelt menertawakan Churcill “Karo Sapi wae wedi le, le” (Dengan sapi aja takut). Kemudian Rooselvelt dengan percaya diri menghalau sapi, berhasilkah dia?

Ternyata si sapi mulai mendengus dan mengais-ngais tanah. Akhirnya Stalin turun membujuk si sapi itu. Dia mendekati dan membisiki ke kuping si sapi. Anehnya sapi itu pergi dengan santai tanpa emosi.

Churcill dan Rooselvelt tampak heran dan bertanya-tanya kepada Stalin “Joseph, apa yang kau bisikkan pada sapi itu hingga dia nurut begitu?”. “Aku katakan, kalau kau membangkang, aku masukkan kau ke pertanian!” jawab Stalin.

Keranjang Belanja